Kelas: 1PA16
NPM: 12515172
PP-IPTEK
Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman saya
berkesempatan untuk pergi ke PP-IPTEK dalam rangka untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah yang nantinya kami diwajibkan untuk menceritakan kunjungan
tersebut di blog kami masing-masing seperti yang saya lakukan sekarang.
Sebelum saya menceritakan pengalaman saya tersebut,
ada baiknya kami mengenal terlebih dahulu apa itu sebenarnya PP-IPTEK. Berikut
ini penjelasannya yang saya ambil dari website Taman Mini Indonesia Indah
(TMII).
Pusat Peragaan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Science Center) atau disingkat PP-IPTEK adalah
sarana pembelajaran luar sekolah untuk menumbuh kembangkan budaya ilmu
pengetahuan dan teknologi secara mudah, menghibur, berkesan dan kreatif.
Gagasan pendiriannya berawal dari Mentri Riset dan Teknologi Republik
Indonesia, Prof.Dr.B.J.Habibie, yang berkeinginan bagaimana mencerdaskan
masyarakat Indonesia melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Dibangunlah
PP-IPTEK digedung terminal B Skylift-TMII di atas lahan seluas 1000 m2
dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1991.
Pada
perkembangannya, PP-IPTEK menempati gedung baru terletak di poros utama kawasan
timur Taman Mini Indonesia Indahmenghadap Monumen Persahabatan KTT Non Blok. Gedung
ini bergaya arsitektur futuristic dengan luas bangunan 24.000 m2 di
atas lahan 42.300 m2, merupakan bangunan besar yang menempati areal
terluas ke dua di TMII, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10
November 1995.
Pusat peragaan
ini dibangun dengan maksud menyadarkan masyarakat mengenai perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi dunia secara sangat cepat. Arah perkembangan ini
harus disadari agar kami dapat mengikutinya untuk kemudian maju bersama
perkembangan tersebut.peragaan di PP-IPTEK dibuat sangat menyenangkan dan
menghibur, melalui berbagai program dan peragaan interaktif yang dapat disentuh
dan dimainkan. Melalui interaksi ini, diharapkan mampu mendorong tumbuhnya
pemikiran tentang apa, mengapa dan bagaimana iptek digali dan dimanfaatkan bagi
umat manusia agar lebih nyaman dan sejahtera.
Momok mengenai
ilmu pengetahuan dan teknologi yang serius dan membosankan terbantahkan. Pengunjung
dapat mengembangkan motivasi dalam memahami prinsip-prinsip ilmu pengetahuan
dan teknologi dengan mudah dan berkesan melalui 250 alat peraga yang bisa
disentuh, dipegang dan dimainkan. Peraga disiapkan untuk anak-anak dari taman
kanak-kanak (TK) sampai dengan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) dan disediakan
lembar kerja sains yang akan memandu anak didik untuk belajar ilmu pengetahuan
dan teknologi agar lebih terarah dan intensif. Beberapa alat peraga menantang
misalnya Sepeda Layang, Roket Air, Try Science, Generator Van de Graft, dan
Simulator Gempa Bumi.
Kegiatan yang
ditawarkan kepada pengunjung beragam dan disesuaikan dengan sasaran: untuk
tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP),
sekolah menengah umun (SMU), dan keluarga ; meliputi sanggar kerja dan demo ilmu
pengetahuan dan teknologi, pelatihan perancangan alat peraga, science fair,
pelatihan proses ilmu pengetahuan alam, pelatihan peduli lingkungan hidup,
science camp, peneropongan bintang, aneka lembar kreatifitas dan kuis, dan
lomba perancangan alat peraga.
Disamping itu
pengunjung bisa menyaksikan film-film ilmiah yang diputar di ruang auditorium
berkapasitas tempat duduk 130 orang untuk menambah ilmu pengetahuan yang
menghibur dan dapat memahami sains dengan cara yang mudah dan menyenangkan.
IPTEK tidak
hanya menyediakan sarana untuk penduduk Jakarta dan sekamirnya, melainkan juga
memiliki program kegiatan outreach ke mal dan pusat keramaian, desa, sekolah,
dan daerah dengan membawa peralatan peraga yang bersifat portable.
Setelah kita sudah mengetahui apa itu PP-IPTEK,
sekarang saya akan berbagi pengalaman saya saat berkunjung ke sana. Singkat
cerita, saya dan teman-teman saya sampai di depan PP-IPTEK, di situ kami
disuguhkan dengan roda pesawat terbang yang dipajang di dekat pintu masuk. Selain
itu, ada juga replika salah satu robot yang ada di film Transformer yang
dikenal dengan nama Bumble Bee yang sangat menarik mata.
Sebelum masuk PP-IPTEK, kami diharuskan untuk
menitipkan tas ransel kami ke tempat penitipan. Kami hanya diperbolehkan membawa
gadget, kamera, dan dompet. Setelah menitipkan tas, kami pun segera membeli
tiket masuk yang harga tiketnya senilai Rp 16.500. Lalu, tanpa membuang-buang
waktu, kami pun masuk ke dalam.
Di dalam, kami langsung disambut dengan Gyro Xtreme. Karena rasa penasaran, salah satu teman kami mencoba menaikinya. Sebelum menaikinya, teman saya dikenakan biaya tambahan alias tidak gratis. Lalu, teman saya dipersilahkan untuk menaiki alat tersebut. Setelah naik, alat pengaman pun tidak lupa dipasang untuk keselamatan. Pada akhirnya alat peraga ini pun siap untuk diputar-putar seperti sedang menaiki wahana permainan.
Setelah puas menaiki Gyro Xtreme, kami melanjutkan kunjungan
kami. Di pojok-pojok dinding kami bisa melihat banyak patung-patung maupun foto
para tokoh terkenal, seperti Plato, Rene Descartes, Albert Einstein, dll.
Berikut ini beberapa tokoh yang sempat saya abadikan.
Selain itu, terdapat sesuatu yang menarik saat kami
memasuki PP-IPTEK. Mata kami dimanjakan dengan replika hewan purba. Terdapat 3
hewan purba di sini, yaitu Tyrannosaurus Rex, Triceratops, dan Megalania.
Tyrannosaurus Rex atau T.
Rex ini hidup 65 hingga 67 juta tahun yang lalu. Tyrannosaurus Rex artinya
adalah Raja Kadal yang buas (King of The Tyrant Lyzards).
T. Rex ini memiliki
panjang badan sekamir 40 kaki (12 meter), tinggi badan 15 - 20 kaki (4.6 - 6
meter), dan berat bisa mencapa 9 ton. Jadi bisa dibayangkan seberapa besarnya
T. Rex ini jika dibandingkan dengan manusia.
T. Rex ini merupakan
pemakan daging atau karnivora. Utamanya ia memangsa dinosaurus herbivora,
termasuk Edmontosaurus dan Triceratop (sumber: livescience.com).
Yang kedua adalah Triceratops.
Triceratops (dari bahasa Yunani, artinya "wajah bertanduk tiga")
merupakan jenis dinosaurus bertanduk tiga yang berbadab besar. Panjangnya bisa
mencapai 9 meter, tingginya sekamir 3.8 meter, dan beratnya 6.5 ton.
Mungkin muncul pertanyaan,
apakah badak yang ada saat ini merupakan hasil evolusi dari Triceratops jika kami
melihat dari bentuk tubuh dan wajahnya yang mirip. Dinosaurus Triceratops ini
merupakan kadal raksasa dari keluarga reptilia (binatang melata), sedangkan
badak yang ada saat ini berasal dari keluarga mamalia. Jadi, badak yang ada
saat ini bukan merupakan hasil evolusi dari dinosaurus jenis Triceratops.
Panggilan pendek dari
Triceratops adalah Tritop. Dinosaurus ini jarang lari ketakutan karena T. Rex
karena biasanya mereka melindungi diri mereka dengan tanduknya yang tajam.
Terakhir adalah Megalania.
Megalania (megalania prisca) merupajan hewan peninggalan zaman
prasejarah. Hewan ini dipercayai hidup di zaman pleistocene dan hilang 20.000 -
40.000 tahun yang lalu di australia. Megalania memiliki panjang badan sekamir
7-8 meter dan beratnya sekamir 230 - 1.800 kg. Megalania ini masih satu
keluarga dengan komodo (varanus komodoensis) yang ada di indoneisa,
yaitu varanidae.
Masih berlanjut, kami memasuki suatu
tempat yang isinya banyak sekali alat-alat peraga yang berhubungan dengan
fisika. Di tempat ini, dibagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian Listrik &
Magnet, Getaran & Gelombang, dan Mekanika. Berikut ini beberapa alat peraga
yang berada di bagian Listrik & Magnet.
Ada yang menarik di bagian ini,
yaitu Bola Listrik. Berikut ini foto dan penjelasan mengenai Bola Listrik
tersebut.
Jika kita meletakkan ujung jari tangan pada permukaan bola listrik ini, maka aliran listrik yang ada dalam bola listrik ini akan megikuti jari tangan kita. Selain itu, jika kita mendekatkan lampu neon ke bola listrik ini, lampu neon akan menyala tanpa menggunakan daya.
Setelah itu kami berlanjut
ke bagian Getaran & Gelombang. Berikut ini beberapa alat peraga yang ada di
bagian tersebut.
Di bawah ini alat peraga yang menarik di bagian ini, yaitu Simulasi Gempa.
Kita bisa masuk ke dalam rumah
simulasi gempa tersebut dengan gratis. Di dalam rumah tersebut, kita akan
merasakan gempa bumi yang berskala rendah. Tidak perlu khawatir, alat peraga
ini dijamin aman untuk pengunjung.
Berlanjut ke bagian terakhir, yaitu
bagian Mekanika. Di sini sama seperti bagian-bagian sebelumnya, terdapat
alat-alat peraga yang menarik yang berhubungan dengan fisika. Namun sayangnya
saya tidak sempat mengabadikan alat-alat peraga tersebut.
Setelah itu, kami melewati suatu
tempat lagi. Di dalam tempat ini kami menemukan mesin-mesin dan kendaraan.
Tempat ini sangat menarik karena kami dapat melihat langsung bagian-bagian
mesin kendaraan, seperti mobil. Berikut
ini mesin-mesin dan kendaraan tersebut.
Di tempat ini terdapat 2 alat peraga
yang sangat menarik menurut saya. Yang pertama adalah satelit buatan China. Entah
ini hanya replika atau ini benar-benar asli satelit. Berikut ini wujud dari
satelit tersebut.
Yang kedua adalah Pak Belulang.
Pak belulang ini merupakan
sebutan untuk replika kerangka tulang yang sedang menaiki sepeda tersebut. Jika
kita menaiki sepeda yang ada di samping pak belulang dan mengayuh sepedanya,
maka pak belulang juga akan mengayuh sepedanya seirama dengan kayuhan kita.
Alat ini dimaksudkan agar kita dapat melihat pergerakan tulang kaki kita saat
sedang menaiki sepeda. Jadi, seolah-olah pak belulang adalah gambaran kerangka
tulang kita saat sedang menaiki sepeda.
Tulang penyusun rangka
berjumlah kurang lebih 200 buah. Tulang tersebut berhubungan satu dengan yang
lainnya pada sambungan sendi sehingga dapat membantu kelancaran gerak. Tulang
merupakan alat gerak pasif yang membentuk rangka tubuh manusia. Beberapa
fungsinya antara lain adalah untuk menyokong tubuh sehingga tubuh dapat berdiri
tegak, menjadi tempat melekatnya otot, menyimpan zat kapur dan fosfat, tempat
pembentukkan sel-sel darah, serta melindungi organ-organ tubuh yang penting
seperti jantung, otak dan mata.
Perjalanan kami tidak
sampai di situ saja. Masih banyak tempat-tempat yang kami kunjungi saat itu,
namun saya tidak bisa menceritakan semua. Tidak terasa kita sudah berada di
penghujung cerita, saya mengucapkan terima kasih banyak untuk pembaca yang
sudah meluangkan waktunya untuk membaca postingan ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar