RSS

Kamis, 24 Maret 2016

Tugas Softskill (Kunjungan Museum)

Nama: Elintia Devi
Kelas: 1PA16
NPM: 12515172

PP-IPTEK



Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman saya berkesempatan untuk pergi ke PP-IPTEK dalam rangka untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah yang nantinya kami diwajibkan untuk menceritakan kunjungan tersebut di blog kami masing-masing seperti yang saya lakukan sekarang.
Sebelum saya menceritakan pengalaman saya tersebut, ada baiknya kami mengenal terlebih dahulu apa itu sebenarnya PP-IPTEK. Berikut ini penjelasannya yang saya ambil dari website Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Science Center) atau disingkat PP-IPTEK adalah sarana pembelajaran luar sekolah untuk menumbuh kembangkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi secara mudah, menghibur, berkesan dan kreatif. Gagasan pendiriannya berawal dari Mentri Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Prof.Dr.B.J.Habibie, yang berkeinginan bagaimana mencerdaskan masyarakat Indonesia melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Dibangunlah PP-IPTEK digedung terminal B Skylift-TMII di atas lahan seluas 1000 m2 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1991.
Pada perkembangannya, PP-IPTEK menempati gedung baru terletak di poros utama kawasan timur Taman Mini Indonesia Indahmenghadap Monumen Persahabatan KTT Non Blok. Gedung ini bergaya arsitektur futuristic dengan luas bangunan 24.000 m2 di atas lahan 42.300 m2, merupakan bangunan besar yang menempati areal terluas ke dua di TMII, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 November 1995.
Pusat peragaan ini dibangun dengan maksud menyadarkan masyarakat mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia secara sangat cepat. Arah perkembangan ini harus disadari agar kami dapat mengikutinya untuk kemudian maju bersama perkembangan tersebut.peragaan di PP-IPTEK dibuat sangat menyenangkan dan menghibur, melalui berbagai program dan peragaan interaktif yang dapat disentuh dan dimainkan. Melalui interaksi ini, diharapkan mampu mendorong tumbuhnya pemikiran tentang apa, mengapa dan bagaimana iptek digali dan dimanfaatkan bagi umat manusia agar lebih nyaman dan sejahtera.
Momok mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi yang serius dan membosankan terbantahkan. Pengunjung dapat mengembangkan motivasi dalam memahami prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mudah dan berkesan melalui 250 alat peraga yang bisa disentuh, dipegang dan dimainkan. Peraga disiapkan untuk anak-anak dari taman kanak-kanak (TK) sampai dengan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) dan disediakan lembar kerja sains yang akan memandu anak didik untuk belajar ilmu pengetahuan dan teknologi agar lebih terarah dan intensif. Beberapa alat peraga menantang misalnya Sepeda Layang, Roket Air, Try Science, Generator Van de Graft, dan Simulator Gempa Bumi.
Kegiatan yang ditawarkan kepada pengunjung beragam dan disesuaikan dengan sasaran: untuk tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah umun (SMU), dan keluarga ; meliputi sanggar kerja dan demo ilmu pengetahuan dan teknologi, pelatihan perancangan alat peraga, science fair, pelatihan proses ilmu pengetahuan alam, pelatihan peduli lingkungan hidup, science camp, peneropongan bintang, aneka lembar kreatifitas dan kuis, dan lomba perancangan alat peraga.
Disamping itu pengunjung bisa menyaksikan film-film ilmiah yang diputar di ruang auditorium berkapasitas tempat duduk 130 orang untuk menambah ilmu pengetahuan yang menghibur dan dapat memahami sains dengan cara yang mudah dan menyenangkan.
IPTEK tidak hanya menyediakan sarana untuk penduduk Jakarta dan sekamirnya, melainkan juga memiliki program kegiatan outreach ke mal dan pusat keramaian, desa, sekolah, dan daerah dengan membawa peralatan peraga yang bersifat portable.
Setelah kita sudah mengetahui apa itu PP-IPTEK, sekarang saya akan berbagi pengalaman saya saat berkunjung ke sana. Singkat cerita, saya dan teman-teman saya sampai di depan PP-IPTEK, di situ kami disuguhkan dengan roda pesawat terbang yang dipajang di dekat pintu masuk. Selain itu, ada juga replika salah satu robot yang ada di film Transformer yang dikenal dengan nama Bumble Bee yang sangat menarik mata.
Sebelum masuk PP-IPTEK, kami diharuskan untuk menitipkan tas ransel kami ke tempat penitipan. Kami hanya diperbolehkan membawa gadget, kamera, dan dompet. Setelah menitipkan tas, kami pun segera membeli tiket masuk yang harga tiketnya senilai Rp 16.500. Lalu, tanpa membuang-buang waktu, kami pun masuk ke dalam.

Di dalam, kami langsung disambut dengan Gyro Xtreme. Karena rasa penasaran, salah satu teman kami mencoba menaikinya. Sebelum menaikinya, teman saya dikenakan biaya tambahan alias tidak gratis. Lalu, teman saya dipersilahkan untuk menaiki alat tersebut. Setelah naik, alat pengaman pun tidak lupa dipasang untuk keselamatan. Pada akhirnya alat peraga ini pun siap untuk diputar-putar seperti sedang menaiki wahana permainan.
Setelah puas menaiki Gyro Xtreme, kami melanjutkan kunjungan kami. Di pojok-pojok dinding kami bisa melihat banyak patung-patung maupun foto para tokoh terkenal, seperti Plato, Rene Descartes, Albert Einstein, dll. Berikut ini beberapa tokoh yang sempat saya abadikan.





Selain itu, terdapat sesuatu yang menarik saat kami memasuki PP-IPTEK. Mata kami dimanjakan dengan replika hewan purba. Terdapat 3 hewan purba di sini, yaitu Tyrannosaurus Rex, Triceratops, dan Megalania.

Tyrannosaurus Rex atau T. Rex ini hidup 65 hingga 67 juta tahun yang lalu. Tyrannosaurus Rex artinya adalah Raja Kadal yang buas (King of The Tyrant Lyzards).
T. Rex ini memiliki panjang badan sekamir 40 kaki (12 meter), tinggi badan 15 - 20 kaki (4.6 - 6 meter), dan berat bisa mencapa 9 ton. Jadi bisa dibayangkan seberapa besarnya T. Rex ini jika dibandingkan dengan manusia.
T. Rex ini merupakan pemakan daging atau karnivora. Utamanya ia memangsa dinosaurus herbivora, termasuk Edmontosaurus dan Triceratop (sumber: livescience.com).


Yang kedua adalah Triceratops. Triceratops (dari bahasa Yunani, artinya "wajah bertanduk tiga") merupakan jenis dinosaurus bertanduk tiga yang berbadab besar. Panjangnya bisa mencapai 9 meter, tingginya sekamir 3.8 meter, dan beratnya 6.5 ton.
Mungkin muncul pertanyaan, apakah badak yang ada saat ini merupakan hasil evolusi dari Triceratops jika kami melihat dari bentuk tubuh dan wajahnya yang mirip. Dinosaurus Triceratops ini merupakan kadal raksasa dari keluarga reptilia (binatang melata), sedangkan badak yang ada saat ini berasal dari keluarga mamalia. Jadi, badak yang ada saat ini bukan merupakan hasil evolusi dari dinosaurus jenis Triceratops.
Panggilan pendek dari Triceratops adalah Tritop. Dinosaurus ini jarang lari ketakutan karena T. Rex karena biasanya mereka melindungi diri mereka dengan tanduknya yang tajam.

Terakhir adalah Megalania. Megalania (megalania prisca) merupajan hewan peninggalan zaman prasejarah. Hewan ini dipercayai hidup di zaman pleistocene dan hilang 20.000 - 40.000 tahun yang lalu di australia. Megalania memiliki panjang badan sekamir 7-8 meter dan beratnya sekamir 230 - 1.800 kg. Megalania ini masih satu keluarga dengan komodo (varanus komodoensis) yang ada di indoneisa, yaitu varanidae.
Masih berlanjut, kami memasuki suatu tempat yang isinya banyak sekali alat-alat peraga yang berhubungan dengan fisika. Di tempat ini, dibagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian Listrik & Magnet, Getaran & Gelombang, dan Mekanika. Berikut ini beberapa alat peraga yang berada di bagian Listrik & Magnet.



Ada yang menarik di bagian ini, yaitu Bola Listrik. Berikut ini foto dan penjelasan mengenai Bola Listrik tersebut.


Jika kita meletakkan ujung jari tangan pada permukaan bola listrik ini, maka aliran listrik yang ada dalam bola listrik ini akan megikuti jari tangan kita. Selain itu, jika kita mendekatkan lampu neon ke bola listrik ini, lampu neon akan menyala tanpa menggunakan daya.
Mengapa bisa demikian? Hal ini dapat terjadi arena listrik mengalir dari potensial yang tinggi ke potensial yang lebih rendah. Tubuh kita memiliki potensial yang lebih rendah, sehingga ketika kami mendekatkan jari tangan pada bola listrik, maka kita memberikan jalan bagi listrik untuk mengalir. Begitu juga lampu neon, lampu neon yang didekatkan pada bola listrik ini akan menyala karena perbedaan potensial mengakibatkan adanya aliran arus yang sampai ke starter, sehingga lampu dapat menyala. Begitulah penjelasannya mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Setelah itu kami berlanjut ke bagian Getaran & Gelombang. Berikut ini beberapa alat peraga yang ada di bagian tersebut.


Di bawah ini alat peraga yang menarik di bagian ini, yaitu Simulasi Gempa.


Kita bisa masuk ke dalam rumah simulasi gempa tersebut dengan gratis. Di dalam rumah tersebut, kita akan merasakan gempa bumi yang berskala rendah. Tidak perlu khawatir, alat peraga ini dijamin aman untuk pengunjung.
Berlanjut ke bagian terakhir, yaitu bagian Mekanika. Di sini sama seperti bagian-bagian sebelumnya, terdapat alat-alat peraga yang menarik yang berhubungan dengan fisika. Namun sayangnya saya tidak sempat mengabadikan alat-alat peraga tersebut.
Setelah itu, kami melewati suatu tempat lagi. Di dalam tempat ini kami menemukan mesin-mesin dan kendaraan. Tempat ini sangat menarik karena kami dapat melihat langsung bagian-bagian mesin  kendaraan, seperti mobil. Berikut ini mesin-mesin dan kendaraan tersebut.

 
 
 

Di tempat ini terdapat 2 alat peraga yang sangat menarik menurut saya. Yang pertama adalah satelit buatan China. Entah ini hanya replika atau ini benar-benar asli satelit. Berikut ini wujud dari satelit tersebut.


Yang kedua adalah Pak Belulang.


Pak belulang ini merupakan sebutan untuk replika kerangka tulang yang sedang menaiki sepeda tersebut. Jika kita menaiki sepeda yang ada di samping pak belulang dan mengayuh sepedanya, maka pak belulang juga akan mengayuh sepedanya seirama dengan kayuhan kita. Alat ini dimaksudkan agar kita dapat melihat pergerakan tulang kaki kita saat sedang menaiki sepeda. Jadi, seolah-olah pak belulang adalah gambaran kerangka tulang kita saat sedang menaiki sepeda.
Tulang penyusun rangka berjumlah kurang lebih 200 buah. Tulang tersebut berhubungan satu dengan yang lainnya pada sambungan sendi sehingga dapat membantu kelancaran gerak. Tulang merupakan alat gerak pasif yang membentuk rangka tubuh manusia. Beberapa fungsinya antara lain adalah untuk menyokong tubuh sehingga tubuh dapat berdiri tegak, menjadi tempat melekatnya otot, menyimpan zat kapur dan fosfat, tempat pembentukkan sel-sel darah, serta melindungi organ-organ tubuh yang penting seperti jantung, otak dan mata.
Perjalanan kami tidak sampai di situ saja. Masih banyak tempat-tempat yang kami kunjungi saat itu, namun saya tidak bisa menceritakan semua. Tidak terasa kita sudah berada di penghujung cerita, saya mengucapkan terima kasih banyak untuk pembaca yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca postingan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar