Nama:
Elintia Devi
Kelas: 1PA16
NPM:
12515172
Perpustakaan Nasional RI
Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman saya berkesempatan untuk pergi
ke Perpustakaan Nasional (perpusnas) dalam rangka untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah yang nantinya kami diwajibkan untuk menceritakan kunjungan
tersebut di blog kami masing-masing seperti yang saya lakukan sekarang.
Sebelumnya, kami sudah merencanakan untuk pergi ke perpusnas yang
berada di Jl. Merdeka Setalan No. 11, Jakarta Pusat. Namun, kami mendapat
informasi dari teman kami bahwa perpusnas tersebut sedang direnovasi dan akan
dibuka kembali pada tahun 2017. Alhasil kami memutuskan untuk pergi ke perpusnas
yang berada di Jl. Salemba Raya No. 28A, DKI Jakarta. Ya, perpusnas terdapat di
2 lokasi berbeda, yang membedakan kedua perpusnas ini, yaitu bahwa perpusnas
yang berlokasi di Jl. Merdeka Selatan adalah perpustakaan terbuka. Maksudnya,
pengunjung dapat melihat dan mengambil buku sendiri alias bebas. Sedangkan
perpusnas yang berlokasi di Salemba adalah perpustakaan tertutup. Jadi,
pengunjung tidak dapat mengambil sendiri buku yang ingin dipinjam. Buku yang
ingin dipinjam akan diambilkan oleh pertugas perpusnas. Inilah salah satu
kekurangan dari perpusnas yang berlokasi di Salemba.
Singkat cerita, saya dan teman-teman saya sampai di depan
Perpustakaan Nasional. Ternyata, perpusnas ini kalau saya tidak salah terbagi
menjadi 4 gedung, yaitu gedung A, B, C, D, dan E. Untuk perpustakaannya sendiri
berada di gedung C. Berikut ini pintu masuk gedung C.
Setelah
kami masuk, kami disuguhkan dengan hiasan dinding entah apa namanya yang
berbentuk seperti sebuah buku dengan berbagai ornamen di dalamnya seperti
dibawah ini. Sangat indah ketika saya mencoba melihat dari dekat. Hiasan ini
sepertinya terbuat dari batu dan dipahat sehingga menghasilkan banyak gambar
timbul.
Selain
itu, di gedung C lantai satu ini terdapat Kios Buku yang entah sebenarnya ruang
apa ini. Namun, ketika saya melihat dari luar, sepertinya ini digunakan untuk
menjual souvenir, berbeda sekali dengan namanya. Di depan Kios Buku ini
dipajang buku-buku yang berisi tentang
wanita yang berjasa dan berprestasi. Berikut ini Kios Buku dan buku-buku yang
berada di depannya yang sempat saya abadikan.
Di
lantai satu ini juga terdapat Pusat Informasi dan Hotspot (digunakan untuk
pengunjung yang ingin memanfaatkan fasilitas internet yang ada di perpusnas).
Setelah
melihat-lihat seisi gedung C lantai 1 ini. Kami segera pergi ke ruang
keanggotaan untuk membuat kartu anggota. Karena sebelumnya kami sudah mendaftar
keanggotaan secara online di website keanggotaan.pnri.go.id.
Maka, kami hanya tinggal menulis nama dan nomor anggota di kertas, lalu
memberikannya kepada petugas keanggotaan. Setelah itu, kami akan difoto
langsung di ruang keanggotaan tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama,
kartu anggota perpusnas pun selesai dibuat. Berikut ini foto ruang keanggotaan
dan kartu keanggotaan perpusnas yang saya miliki.
Seperti
yang terdapat pada foto, di depan ruang keanggotaan terdapat beberapa komputer.
Komputer-komputer ini digunakan untuk pengunjung yang belum mendaftar online sebagai
anggota di perpusnas ini.
Setelah
selesai membuat kartu keanggotaan, kami diharuskan mengisi buku tamu, namun
buku tamu di sini bukan menggunakan buku, tapi menggunakan komputer. Dibawah
ini komputer yang khusus digunakan untuk buku tamu pengunjung.
Kemudian,
karena di perpusnas ini pengunjung tidak diperbolehkan untuk membawa tas. Maka di
perpusnas ini disediakan loker-loker tempat untuk menyimpan tas dan
barang-barang bawaan. Kami tinggal meminta kunci loker kepada petugas loker
yang berada di samping buku tamu dengan menunjukkan kartu mahasiswa (untuk
mahasiswa) atau KTP sebagai jaminan. Pengunjung hanya diperbolehkan membawa
gadget dan pulpen.
Setelah
menyimpan tas di loker, kami segera menaiki lift untuk naik ke lantai 2 (tempat
katalog buku). Sesampainya di tempat katalog buku, kami diharuskan mengisi buku
tamu kembali. Kemudian kami mencari buku yang ingin kami cari di katalog buku
online. Di sini sudah disediakan banyak komputer, tapi sebenarnya kami juga
bisa mencari buku di katalog buku perpusnas sendiri di website opac.pnri.go.id.
Kekurangan
dari katalog buku ini, pengunjung tidak bisa melihat isi bukunya. Pengunjung
hanya bisa melihat cover buku, judul buku, penerbit, pengarang, tahun terbit,
lokasi buku disimpan, dan nomor panggil. Jika sudah selesai mencari buku yang
diinginkan, pengunjung harus mencatat tahun terbit, pengarang, judul, nama
pembaca, nomor anggota, tanggal, lokasi buku, dan nomor panggil di bon
permintaan. Bon permintaan bisa diambil di meja petugas piket layanan katalog.
Berikut ini bon permintaan saya dan contoh cara pengisiannya.

Lalu,
jika sudah mengisi bon permintaan. Kami diharuskan memberikan bon-bon
permintaan tersebut kepada petugas piket layanan katalog untuk dicek kembali
keberadaan bukunya. Ternyata saat ini sedang dilakukan perhitungan buku di
perpusnas ini sehingga buku yang berada di blok-blok tertentu tidak bisa
dipinjam. Karena hal ini, saya hanya bisa meminjam 2 buku dari 3 buku yang saya
inginkan. Salah satu buku yang saya pinjam berlokasi di ruang 3C. Maksudnya
adalah lantai 3 blok C, maka dari itu saya naik satu lantai lagi untuk menuju
lokasi buku ini. Sesampainya di ruang 3C, kami diharuskan lagi untuk mengisi
buku tamu dan memberikan bon permintaan kepada petugas yang berada di ruang 3C
untuk diambilkan bukunya oleh petugas. Selain itu, kami juga diharuskan
memberikan kartu anggota kepada petugas sebagai jaminan. Di ruangan ini
terdapat meja-meja dan kursi-kursi untuk pengunjung membaca buku, serta
tentunya ruangan yang berisi rak-rak buku. Namun, ruangan yang berisi rak-rak
buku ini hanya bisa dimasuki oleh petugas saja. Dibawah ini foto-foto suasana
ruang 3C.



Setelah
petugas selesai mengambil buku yang saya inginkan, petugas perpustakaan memanggil
nama saya dan memberikan bukunya. Jika telah selesai membaca buku, maka saya
harus mengembalikan buku yang saya pinjam kepada petugas agar kartu anggota
dikembalikan kembali.
Foto buku di atas merupakan salah satu buku yang saya pinjam. Judulnya adalah Ilmu Alamiah Dasar. Buku ini
diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung pada
tahun 2002 dan ditulis oleh Drs. Hj. Muhaemun, A. D, M.Pd dan Dr. Hj. Ratu
Betta R, M.Si. Buku ini berisikan 7 bab, yaitu:
I.
Perkembangan Penalaran Manusia
II.
Materi dan Energi
III. Alam
Semesta
IV. Dasar-Dasar
Kehidupan
V.
Prinsip-Prinsip Ekologi
VI. Manusia
dan Lingkungan Hidupnya
VII. Peranan
dari Sains dan Teknologi serta Dampaknya Bagi Manusia
Di
dalam buku ini terdapat bab-bab yang membuat saya penasaran, yaitu bab 1 (Perkembangan
Penalaran Manusia), bab 3 (Alam Semesta), dan bab 4 (Dasar-Dasar Kehidupan).
Berikut ini rangkuman yang berhasil saya buat dari ketiga bab tersebut.
BAB
1
Ilmu pengetahuan
bermula dari rasa ingin tahu. Manusia mempunyai rasa ingin tahu yang
berkembang. Dari akumulasi rasa ingin tahu itulah, manusia mendapat
“pengetahuan”. Manusia umumnya selalu merasa tidak puas dengan apa yang telah
diketahuinya. Sehingga muncullah pertanyaan-pertanyaan “apa”, “bagaimana”, dan
“mengapa”, sesuatu itu dapat terjadi. Manusia dengan nalarnya menjawab
pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui pemikiran, pengamatan, pengukuran serta
cara-cara lainnya. Karena keterbatasan alat panca indera serta alat-alat
pengamatannya, maka timbullah kepercayaan kepada hal-hal yang disebut Mitos,
dalam legenda-legenda seperti pohon raksasa yang dihuni genderuwo, bulan
ditelan raksasa, bumi berada diujung tanduk sapi, pelangi adalah tangga untuk
bidadari turun, mandi dll. Secara berangsur manusia mulailah melepaskan diri
dari pengaruh mitos menuju ke perkembangan alam pikiran manusia yang didasari
pada pengalaman dan empirisme.
Perkembangan alam
pikiran selanjutnya beralih dari empirisme ke penalaran, dimana manusia tidak
melihat dari kenyataan yang bisa dilihat sehari-hari. Misalnya saja, setiap
hari kami melihat seolah-olah matahari muncul di timur dan tenggelam di sebelah
barat. Mereka menganggap bumi merupakan planet yang diam. Tetapi setelah
ditemukan alat-alat telescop, sarana untuk menagamati benda-benda langit,
muncullah pendapat bahwa sebetulnya matahari yang diam, sedangkan planet-planet
seperti bumi, bulan, Mars, Saturnus yang bergerak mengelilingi matahari dalam
garis edar tertentu. Disinilah manusia mulai menggunakan nalar dengan
menggunakan apa yang dikenal dengan pendekatan kausalitas atau sebab akibat.
Metode ilmiah merupakan pendekatan “deducto hypothetico veryvicative” untuk
mengungkap kebenaran dengan menggunakan langkah-langkah operasional tertentu.
Dimulai dengan
menemukan permasalahan, diikuti dengan dugaaan sementara, apa penyebab
permasalahan tersebut. Langkah berikutnya mengadakan observasi, pengukuran,
pengamatan sampai ke percobaan-percobaan untuk membuktikan keabsahan dugaan
terjadinya hal tersebut. Dari hasil temuan dibuatlah kesimpulan serta
saran-saran bagaimana tindakan kami selanjutnya menyikapi hal tersebut.
IPA klasik dan IPA
modern, perbedaannya terletak pada terapannya yang dapat kami lakukan. IPA
klasik didasari pada deskripsi yang ada sedangkan IPA modern sudah melalui
langkah-langkah operasional dan menggunakan metode ilmiah. Dalam metode ilmiah
dengan menggunakan langkah-langkah operasionalnya dapat muncul kreativitas
manusia, sehingga dihasilkan temuan-temuan yang cukup bervariasi baik temuan
dalam biologi, fisika atau kimia yang menguntungkan bagi umat manusia di dunia.
BAB 3
Di alam semesta ini
terdapat galaksi yaitu kabut bercahaya yang di dalamnya terdapat
bintang-bintang, gas debu yang diikat oleh gaya gravitasi.
Identifikasi dan
klasifikasi galaksi tergantung pada besar, bentuk, rotasi, revolusi, umur dan
populasi bintang serta sifat materi yang dikandung oleh galaksi tersebut.
Teori kosmologi abad 20
ini dilandasi oleh, pertama teori relativitas Einstein dan yang kedua ialah
pemecahan permasalahan secara empirik yang dikenal dengan “paradox de chesseux
olbers”. Planet-planet yang mempunyai lintasan berbentuk lingkaran dan menjadi
pusat bumi. Faham ini dianut para astronom selama 14 abad, dan dikenal dengan
geosentrisme. Copernicus, pada tahun 1543 dengan peralatan yang lebih baik
mengemukakan faham baru dimana matahari merupakan pusat peredaran planet dengan
garis edar berbentuk ellips. Teori “creatio continua” tentang pencipta alam
semesta dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi dan Gold.
Beberapa teori tentang
terbentuknya alam semesta dikemukakan oleh para pakar diantaranya teori Tydal,
Planettesimal, Bintang kembar, Hipotesis Awan debu dan Hipotesis Protoplanet.
Pada prinsipnya teori tersebut mengandung dua prinsip; Pertama, planet berasal
dari nebula/selimut/kerudung gas berbentuk cincin yang berada di sekamir
matahari, terlepas, secara berangsur dan berkumpul menjadi satu membentuk
bulatan besar/globe padat. Kedua, planet berasal dari massa gas asal yang
dikeluarkan dari matahari disebabkan pengaruh suatu bintang yang lewat di sekamir
matahari. Bagian dari matahari terlepas, berputar lalu memadat membentuk
bulatan-bulatan besar/globe.
Sistem tata surya kami
terdiri dari Matahari, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus,
Neptunus dan Pluto. Umur bumi diprediksi degan 4 teori, yaitu; teori sedimen,
teori kadar garam, teori thermal dan teori radioaktivitas. Bagian padat bumi
terdiri dari (a) Litosfer kulit/kerak bumi dan Centrosfer pusat/inti bumi (b) Hidresfer
dan (c) Atmosfer yang terdiri dari Troposfer, Stratosfer dan Eksosfer/Lonosfer.
Akibat revolusi bumi terjadi (1) pergantian empat musim (2) terjadi perubahan
lamanya siang dan malam (3) terlihatnya rasi konstelasi bintang dari bulan ke
bulan. Anggota tata surya yang lain ialah planetoida, meteoroid dan komet.
BAB 4
Makhluk hidup ternyata
diciptakan sesuai dengan kehendak Allah. Tahapn-tahapan evolusi mungkin saja
terjadi seiring dengan perubahan lingkungan dari lingkungan yang sederhana
menjadi lingkungan yang kompleks seperti sekarang ini. Evolusi secara global
memang terjadi di alam semesta ini. Sel memenuhi persyaratan suatu makhluk
hidup karena sel mampu mengadakan metabolisme termasuk fotosintesis, respirasi
beraksi terhadap rangsang dengan tujuan mempertahankan eksistensinya baik
pertahanan diri ataupun bereproduksi. Sel terdiri dari membran sebagai
kulitnya, dan protoplasma (sitoplasma dan nukleuplasma). Secara terorganisasi
sel merupakan kesatuan struktural, fungsional/psikologis, dan regenerasi.
Reproduksi dan
perkembangan sel terdiri dari dua macam, yaitu mitosis dan a-mitosis. A-mitosis
berarti membelah diri secara langsung seperti terdapat pada hewan bersel satu
atau ganggang biru. Mitosis yaitu cara reproduksi bertahap atau melalui
beberapa fase, yaitu interfase, profase, metafase, anafase dan telofase.
Reproduksi makhluk hidup bersel banyak melalui seksual dan a-seksual. Termasuk
dalam pembiakan a-seksual adalah: pembelahan kembar (amoeba), penguncupan
(sosor bebel, hydra), pembentukan spora (paku-pakuan), dan secara vegetatif
seperti bawang, kentang, temulawak dan lain-lain. Evolusi artinya perubahan
secara perlahan dan berlangsung terus. Sejarah kehidupan dimulai dari zaman
A-zoikum (belum ada kehidupan), lalu zaman Archeozoikum, berikutnya zaman
Proterozoikum, zaman kehidupan protozoa bersel satu. Kemudian zaman Paleozoikum
disebut (zaman primer). Terbagi dalam 4 masa, yaitu: (mulai dari yang tertua):
Kambrium, Ordovisian, Karboniverus dan Permian. Zaman mesozoikum (zaman
sekunder) terdir dari tiga zaman, yaitu trias (dinosaurus), Yuras (burung dan
binatang mamalia/menyusui), Kreta (dinosaurus dan ekspansi Angiospermae). Zaman
Kenozoikum (neozoikum atau zaman baru). Terbagi dalam dua zaman, yaitu Tersier
dan Kuarterner. Zaman kuartener terbagi dua, yaitu Pleistosen atau diluvium
(manusia purba). Holocen atau alluvium, hidup mausia modern dan aneka ragam
makhluk hidup. Lamarck, ilmuwan Prancis, yang pertama membagi biologi menjadi
botani (ilmu tumbuhan) dan zoologi (ilmu hewan). Ia mengakui adanya evolusi itu
yang disebabkan karena adaptasi. Contoh jerapah, yang sekarang berleher panjang,
semula berleher pendek. Darwin menganggap bahwa perubahan panjang leher jerapah
tadi disebabkan oleh seleksi alam. Maksudnya hanya jerapah berleher panjang
saja yang bertahan hidup; jerapah berleher pendek akan musnah, mugkin karena
tidak kebagian makanan. Buku karangan Darwin “The Origin of Species by Means of
Natural Selection”, mengemukakan dua teori pokok; yaitu spesies yang hidup
sekarang berasal dari species yang hidup di masa lalu, dan evolusi terjadi
melalui seleksi alam. Seleksi alam itu terjadi karena berbagai proses yang
saling menunjang, antara lain adanya variasi, overproduksi, struggle for
existence, inheritance of variation, survival of the fittes. Weismann,
melengkapi teori Darwin dengan pernyataan sebagai berikut: Evolusi merupakan
masalah genetika dan sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi
evolusinya adalah gejala seleksi alam terhadap faktor genetika. Hugo de Vries
mengungkapkan teorinya yaitu perubahan-perubahan pada evolusi disebabkan adanya
mutasi dari gen. Organisme dengan ciri pembawaan yang baru tampak dengan segera
(bukan perlahan-lahan). Kehidupan di muka bumi ditentukan oleh lingkunagn
hidup. Lingkungan a-biotik, misalnya tanah, air, dan iklim di ruang itu, di
samping itu lingkungan biotik juga sangat besar pengaruhnya.
Faktor sejarah geologi
menentukan kehidupan makhluk di muka bumi. Dahulu hanya ada satu benua,
kemudian benua itu retak dan bergeser. Pergeseran itu berlangsung secara lambat
dan akhirnya terjadi lima benua, seperti yang kami alami sekarang ini. Pergeseran
benua, menjadi anak benua dan mengakibatkan makhluk hidup yang dibawanya
mengalami perubahan lingkungan, misalnya iklimnya berbeda sehingga
makhluk-makhluk yang tahan terhadap kondisi ini akan tetap hidup; sedangkan
yang tidak tahan akan punah atau menyesuaikan diri. Fakor hambatan penyebaran
bagi makhluk air adalah daratan. Daratan yang sempit juga menjadi hambatan
misalnya Costarica di Amerika Tengah, mendapat hambatan berupa filter atau
saringan makhluk daratan Amerika Utara dan Pasifik. Sebaliknya, kepulauan
Indonesia dapat menjadi jembatan penyebaran antara Eurasia dan Australia.
Tumbuhan sangat peka
terhadap keadaan lingkungan fisik, oleh karena itu dapat dengan mudah mengamati
adanya perbedaan jenis tumbuhan pada daerah dengan iklim yang berbeda dan
sebaliknya adanya persamaan tumbuhan pada daerah dengan iklim yang sama.
Dunia ini dapat terbagi
menjadi enam daerah faunal region: daerah Paleartic (Eropa dan Asia Utara),
daerah Ethiopian (Afrika dan Semenanjung Arab), daerah Oriental (Asia selatan
dan Indonesia), daerah Australia (Australia dan sekamirnya), Neotropical
(Amerika selatan dan tengah). Berdasarkan sejarah perkembangannya, manusia
adalah makhluk hidup yang mempunyai derajat yang paling tinggi. Teori evolusi
dengan berbagai argumennya ternyata masih meragukan. Temuan akhir menyatakan
bahwa penciptaan makhluk hidup tidak mungkin secara kebetulan. Jadi jelas bagi kami
teori evolusi hanya teori imajiner kaum pengikut aliran materialisme seperti
Karl Marck, Frederich Engel, Politzer, Darwin, dll.
Begitulah
rangkuman yang saya buat dari isi buku yang saya pinjam tersebut. Oh ya, selain
dapat membaca buku, perpusnas ini juga menawarkan jasa. Jasa-jasa yang
ditawarkan perpusnas adalah fotokopi, reproduksi, scanning, dan pembuatan
mikrofilm/mikrofis. Di bawah ini merupakan daftar biaya jasa yang ditawarkan
oleh perpusnas.
Tidak
terasa, saya sudah berada di penghujung tulisan ini. Saya mengucapkan terima
kasih banyak kepada pembaca yang sudah meluangkan waktunya. Mudah-mudahan
tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.