RSS

Sabtu, 23 April 2016

Tugas Softskill (Kunjungan Perpustakaan Nasional RI)

Nama: Elintia Devi
Kelas: 1PA16
NPM: 12515172

Perpustakaan Nasional RI

Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman saya berkesempatan untuk pergi ke Perpustakaan Nasional (perpusnas) dalam rangka untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah yang nantinya kami diwajibkan untuk menceritakan kunjungan tersebut di blog kami masing-masing seperti yang saya lakukan sekarang.
Sebelumnya, kami sudah merencanakan untuk pergi ke perpusnas yang berada di Jl. Merdeka Setalan No. 11, Jakarta Pusat. Namun, kami mendapat informasi dari teman kami bahwa perpusnas tersebut sedang direnovasi dan akan dibuka kembali pada tahun 2017. Alhasil kami memutuskan untuk pergi ke perpusnas yang berada di Jl. Salemba Raya No. 28A, DKI Jakarta. Ya, perpusnas terdapat di 2 lokasi berbeda, yang membedakan kedua perpusnas ini, yaitu bahwa perpusnas yang berlokasi di Jl. Merdeka Selatan adalah perpustakaan terbuka. Maksudnya, pengunjung dapat melihat dan mengambil buku sendiri alias bebas. Sedangkan perpusnas yang berlokasi di Salemba adalah perpustakaan tertutup. Jadi, pengunjung tidak dapat mengambil sendiri buku yang ingin dipinjam. Buku yang ingin dipinjam akan diambilkan oleh pertugas perpusnas. Inilah salah satu kekurangan dari perpusnas yang berlokasi di Salemba.
Singkat cerita, saya dan teman-teman saya sampai di depan Perpustakaan Nasional. Ternyata, perpusnas ini kalau saya tidak salah terbagi menjadi 4 gedung, yaitu gedung A, B, C, D, dan E. Untuk perpustakaannya sendiri berada di gedung C. Berikut ini pintu masuk gedung C.

Setelah kami masuk, kami disuguhkan dengan hiasan dinding entah apa namanya yang berbentuk seperti sebuah buku dengan berbagai ornamen di dalamnya seperti dibawah ini. Sangat indah ketika saya mencoba melihat dari dekat. Hiasan ini sepertinya terbuat dari batu dan dipahat sehingga menghasilkan banyak gambar timbul.

Selain itu, di gedung C lantai satu ini terdapat Kios Buku yang entah sebenarnya ruang apa ini. Namun, ketika saya melihat dari luar, sepertinya ini digunakan untuk menjual souvenir, berbeda sekali dengan namanya. Di depan Kios Buku ini dipajang buku-buku yang berisi  tentang wanita yang berjasa dan berprestasi. Berikut ini Kios Buku dan buku-buku yang berada di depannya yang sempat saya abadikan.


Di lantai satu ini juga terdapat Pusat Informasi dan Hotspot (digunakan untuk pengunjung yang ingin memanfaatkan fasilitas internet yang ada di perpusnas).


Setelah melihat-lihat seisi gedung C lantai 1 ini. Kami segera pergi ke ruang keanggotaan untuk membuat kartu anggota. Karena sebelumnya kami sudah mendaftar keanggotaan secara online di website keanggotaan.pnri.go.id. Maka, kami hanya tinggal menulis nama dan nomor anggota di kertas, lalu memberikannya kepada petugas keanggotaan. Setelah itu, kami akan difoto langsung di ruang keanggotaan tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama, kartu anggota perpusnas pun selesai dibuat. Berikut ini foto ruang keanggotaan dan kartu keanggotaan perpusnas yang saya miliki.



Seperti yang terdapat pada foto, di depan ruang keanggotaan terdapat beberapa komputer. Komputer-komputer ini digunakan untuk pengunjung yang belum mendaftar online sebagai anggota di perpusnas ini.
Setelah selesai membuat kartu keanggotaan, kami diharuskan mengisi buku tamu, namun buku tamu di sini bukan menggunakan buku, tapi menggunakan komputer. Dibawah ini komputer yang khusus digunakan untuk buku tamu pengunjung.

Kemudian, karena di perpusnas ini pengunjung tidak diperbolehkan untuk membawa tas. Maka di perpusnas ini disediakan loker-loker tempat untuk menyimpan tas dan barang-barang bawaan. Kami tinggal meminta kunci loker kepada petugas loker yang berada di samping buku tamu dengan menunjukkan kartu mahasiswa (untuk mahasiswa) atau KTP sebagai jaminan. Pengunjung hanya diperbolehkan membawa gadget dan pulpen.
Setelah menyimpan tas di loker, kami segera menaiki lift untuk naik ke lantai 2 (tempat katalog buku). Sesampainya di tempat katalog buku, kami diharuskan mengisi buku tamu kembali. Kemudian kami mencari buku yang ingin kami cari di katalog buku online. Di sini sudah disediakan banyak komputer, tapi sebenarnya kami juga bisa mencari buku di katalog buku perpusnas sendiri di website opac.pnri.go.id.


Kekurangan dari katalog buku ini, pengunjung tidak bisa melihat isi bukunya. Pengunjung hanya bisa melihat cover buku, judul buku, penerbit, pengarang, tahun terbit, lokasi buku disimpan, dan nomor panggil. Jika sudah selesai mencari buku yang diinginkan, pengunjung harus mencatat tahun terbit, pengarang, judul, nama pembaca, nomor anggota, tanggal, lokasi buku, dan nomor panggil di bon permintaan. Bon permintaan bisa diambil di meja petugas piket layanan katalog. Berikut ini bon permintaan saya dan contoh cara pengisiannya.

Lalu, jika sudah mengisi bon permintaan. Kami diharuskan memberikan bon-bon permintaan tersebut kepada petugas piket layanan katalog untuk dicek kembali keberadaan bukunya. Ternyata saat ini sedang dilakukan perhitungan buku di perpusnas ini sehingga buku yang berada di blok-blok tertentu tidak bisa dipinjam. Karena hal ini, saya hanya bisa meminjam 2 buku dari 3 buku yang saya inginkan. Salah satu buku yang saya pinjam berlokasi di ruang 3C. Maksudnya adalah lantai 3 blok C, maka dari itu saya naik satu lantai lagi untuk menuju lokasi buku ini. Sesampainya di ruang 3C, kami diharuskan lagi untuk mengisi buku tamu dan memberikan bon permintaan kepada petugas yang berada di ruang 3C untuk diambilkan bukunya oleh petugas. Selain itu, kami juga diharuskan memberikan kartu anggota kepada petugas sebagai jaminan. Di ruangan ini terdapat meja-meja dan kursi-kursi untuk pengunjung membaca buku, serta tentunya ruangan yang berisi rak-rak buku. Namun, ruangan yang berisi rak-rak buku ini hanya bisa dimasuki oleh petugas saja. Dibawah ini foto-foto suasana ruang 3C.



Setelah petugas selesai mengambil buku yang saya inginkan, petugas perpustakaan memanggil nama saya dan memberikan bukunya. Jika telah selesai membaca buku, maka saya harus mengembalikan buku yang saya pinjam kepada petugas agar kartu anggota dikembalikan kembali.

Foto buku di atas merupakan salah satu buku yang saya pinjam. Judulnya adalah Ilmu Alamiah Dasar. Buku ini diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung pada tahun 2002 dan ditulis oleh Drs. Hj. Muhaemun, A. D, M.Pd dan Dr. Hj. Ratu Betta R, M.Si. Buku ini berisikan 7 bab, yaitu:
                 I.       Perkembangan Penalaran Manusia
               II.      Materi dan Energi
              III.    Alam Semesta
              IV.    Dasar-Dasar Kehidupan
               V.      Prinsip-Prinsip Ekologi
              VI.    Manusia dan Lingkungan Hidupnya
            VII.   Peranan dari Sains dan Teknologi serta Dampaknya Bagi Manusia
Di dalam buku ini terdapat bab-bab yang membuat saya penasaran, yaitu bab 1 (Perkembangan Penalaran Manusia), bab 3 (Alam Semesta), dan bab 4 (Dasar-Dasar Kehidupan). Berikut ini rangkuman yang berhasil saya buat dari ketiga bab tersebut.
BAB 1
Ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu. Manusia mempunyai rasa ingin tahu yang berkembang. Dari akumulasi rasa ingin tahu itulah, manusia mendapat “pengetahuan”. Manusia umumnya selalu merasa tidak puas dengan apa yang telah diketahuinya. Sehingga muncullah pertanyaan-pertanyaan “apa”, “bagaimana”, dan “mengapa”, sesuatu itu dapat terjadi. Manusia dengan nalarnya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui pemikiran, pengamatan, pengukuran serta cara-cara lainnya. Karena keterbatasan alat panca indera serta alat-alat pengamatannya, maka timbullah kepercayaan kepada hal-hal yang disebut Mitos, dalam legenda-legenda seperti pohon raksasa yang dihuni genderuwo, bulan ditelan raksasa, bumi berada diujung tanduk sapi, pelangi adalah tangga untuk bidadari turun, mandi dll. Secara berangsur manusia mulailah melepaskan diri dari pengaruh mitos menuju ke perkembangan alam pikiran manusia yang didasari pada pengalaman dan empirisme.
Perkembangan alam pikiran selanjutnya beralih dari empirisme ke penalaran, dimana manusia tidak melihat dari kenyataan yang bisa dilihat sehari-hari. Misalnya saja, setiap hari kami melihat seolah-olah matahari muncul di timur dan tenggelam di sebelah barat. Mereka menganggap bumi merupakan planet yang diam. Tetapi setelah ditemukan alat-alat telescop, sarana untuk menagamati benda-benda langit, muncullah pendapat bahwa sebetulnya matahari yang diam, sedangkan planet-planet seperti bumi, bulan, Mars, Saturnus yang bergerak mengelilingi matahari dalam garis edar tertentu. Disinilah manusia mulai menggunakan nalar dengan menggunakan apa yang dikenal dengan pendekatan kausalitas atau sebab akibat. Metode ilmiah merupakan pendekatan “deducto hypothetico veryvicative” untuk mengungkap kebenaran dengan menggunakan langkah-langkah operasional tertentu.
Dimulai dengan menemukan permasalahan, diikuti dengan dugaaan sementara, apa penyebab permasalahan tersebut. Langkah berikutnya mengadakan observasi, pengukuran, pengamatan sampai ke percobaan-percobaan untuk membuktikan keabsahan dugaan terjadinya hal tersebut. Dari hasil temuan dibuatlah kesimpulan serta saran-saran bagaimana tindakan kami selanjutnya menyikapi hal tersebut.
IPA klasik dan IPA modern, perbedaannya terletak pada terapannya yang dapat kami lakukan. IPA klasik didasari pada deskripsi yang ada sedangkan IPA modern sudah melalui langkah-langkah operasional dan menggunakan metode ilmiah. Dalam metode ilmiah dengan menggunakan langkah-langkah operasionalnya dapat muncul kreativitas manusia, sehingga dihasilkan temuan-temuan yang cukup bervariasi baik temuan dalam biologi, fisika atau kimia yang menguntungkan bagi umat manusia di dunia.
BAB 3
Di alam semesta ini terdapat galaksi yaitu kabut bercahaya yang di dalamnya terdapat bintang-bintang, gas debu yang diikat oleh gaya gravitasi.
Identifikasi dan klasifikasi galaksi tergantung pada besar, bentuk, rotasi, revolusi, umur dan populasi bintang serta sifat materi yang dikandung oleh galaksi tersebut.
Teori kosmologi abad 20 ini dilandasi oleh, pertama teori relativitas Einstein dan yang kedua ialah pemecahan permasalahan secara empirik yang dikenal dengan “paradox de chesseux olbers”. Planet-planet yang mempunyai lintasan berbentuk lingkaran dan menjadi pusat bumi. Faham ini dianut para astronom selama 14 abad, dan dikenal dengan geosentrisme. Copernicus, pada tahun 1543 dengan peralatan yang lebih baik mengemukakan faham baru dimana matahari merupakan pusat peredaran planet dengan garis edar berbentuk ellips. Teori “creatio continua” tentang pencipta alam semesta dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi dan Gold.
Beberapa teori tentang terbentuknya alam semesta dikemukakan oleh para pakar diantaranya teori Tydal, Planettesimal, Bintang kembar, Hipotesis Awan debu dan Hipotesis Protoplanet. Pada prinsipnya teori tersebut mengandung dua prinsip; Pertama, planet berasal dari nebula/selimut/kerudung gas berbentuk cincin yang berada di sekamir matahari, terlepas, secara berangsur dan berkumpul menjadi satu membentuk bulatan besar/globe padat. Kedua, planet berasal dari massa gas asal yang dikeluarkan dari matahari disebabkan pengaruh suatu bintang yang lewat di sekamir matahari. Bagian dari matahari terlepas, berputar lalu memadat membentuk bulatan-bulatan besar/globe.
Sistem tata surya kami terdiri dari Matahari, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Umur bumi diprediksi degan 4 teori, yaitu; teori sedimen, teori kadar garam, teori thermal dan teori radioaktivitas. Bagian padat bumi terdiri dari (a) Litosfer kulit/kerak bumi dan Centrosfer pusat/inti bumi (b) Hidresfer dan (c) Atmosfer yang terdiri dari Troposfer, Stratosfer dan Eksosfer/Lonosfer. Akibat revolusi bumi terjadi (1) pergantian empat musim (2) terjadi perubahan lamanya siang dan malam (3) terlihatnya rasi konstelasi bintang dari bulan ke bulan. Anggota tata surya yang lain ialah planetoida, meteoroid dan komet.
BAB 4
Makhluk hidup ternyata diciptakan sesuai dengan kehendak Allah. Tahapn-tahapan evolusi mungkin saja terjadi seiring dengan perubahan lingkungan dari lingkungan yang sederhana menjadi lingkungan yang kompleks seperti sekarang ini. Evolusi secara global memang terjadi di alam semesta ini. Sel memenuhi persyaratan suatu makhluk hidup karena sel mampu mengadakan metabolisme termasuk fotosintesis, respirasi beraksi terhadap rangsang dengan tujuan mempertahankan eksistensinya baik pertahanan diri ataupun bereproduksi. Sel terdiri dari membran sebagai kulitnya, dan protoplasma (sitoplasma dan nukleuplasma). Secara terorganisasi sel merupakan kesatuan struktural, fungsional/psikologis, dan regenerasi.
Reproduksi dan perkembangan sel terdiri dari dua macam, yaitu mitosis dan a-mitosis. A-mitosis berarti membelah diri secara langsung seperti terdapat pada hewan bersel satu atau ganggang biru. Mitosis yaitu cara reproduksi bertahap atau melalui beberapa fase, yaitu interfase, profase, metafase, anafase dan telofase. Reproduksi makhluk hidup bersel banyak melalui seksual dan a-seksual. Termasuk dalam pembiakan a-seksual adalah: pembelahan kembar (amoeba), penguncupan (sosor bebel, hydra), pembentukan spora (paku-pakuan), dan secara vegetatif seperti bawang, kentang, temulawak dan lain-lain. Evolusi artinya perubahan secara perlahan dan berlangsung terus. Sejarah kehidupan dimulai dari zaman A-zoikum (belum ada kehidupan), lalu zaman Archeozoikum, berikutnya zaman Proterozoikum, zaman kehidupan protozoa bersel satu. Kemudian zaman Paleozoikum disebut (zaman primer). Terbagi dalam 4 masa, yaitu: (mulai dari yang tertua): Kambrium, Ordovisian, Karboniverus dan Permian. Zaman mesozoikum (zaman sekunder) terdir dari tiga zaman, yaitu trias (dinosaurus), Yuras (burung dan binatang mamalia/menyusui), Kreta (dinosaurus dan ekspansi Angiospermae). Zaman Kenozoikum (neozoikum atau zaman baru). Terbagi dalam dua zaman, yaitu Tersier dan Kuarterner. Zaman kuartener terbagi dua, yaitu Pleistosen atau diluvium (manusia purba). Holocen atau alluvium, hidup mausia modern dan aneka ragam makhluk hidup. Lamarck, ilmuwan Prancis, yang pertama membagi biologi menjadi botani (ilmu tumbuhan) dan zoologi (ilmu hewan). Ia mengakui adanya evolusi itu yang disebabkan karena adaptasi. Contoh jerapah, yang sekarang berleher panjang, semula berleher pendek. Darwin menganggap bahwa perubahan panjang leher jerapah tadi disebabkan oleh seleksi alam. Maksudnya hanya jerapah berleher panjang saja yang bertahan hidup; jerapah berleher pendek akan musnah, mugkin karena tidak kebagian makanan. Buku karangan Darwin “The Origin of Species by Means of Natural Selection”, mengemukakan dua teori pokok; yaitu spesies yang hidup sekarang berasal dari species yang hidup di masa lalu, dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. Seleksi alam itu terjadi karena berbagai proses yang saling menunjang, antara lain adanya variasi, overproduksi, struggle for existence, inheritance of variation, survival of the fittes. Weismann, melengkapi teori Darwin dengan pernyataan sebagai berikut: Evolusi merupakan masalah genetika dan sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi evolusinya adalah gejala seleksi alam terhadap faktor genetika. Hugo de Vries mengungkapkan teorinya yaitu perubahan-perubahan pada evolusi disebabkan adanya mutasi dari gen. Organisme dengan ciri pembawaan yang baru tampak dengan segera (bukan perlahan-lahan). Kehidupan di muka bumi ditentukan oleh lingkunagn hidup. Lingkungan a-biotik, misalnya tanah, air, dan iklim di ruang itu, di samping itu lingkungan biotik juga sangat besar pengaruhnya.
Faktor sejarah geologi menentukan kehidupan makhluk di muka bumi. Dahulu hanya ada satu benua, kemudian benua itu retak dan bergeser. Pergeseran itu berlangsung secara lambat dan akhirnya terjadi lima benua, seperti yang kami alami sekarang ini. Pergeseran benua, menjadi anak benua dan mengakibatkan makhluk hidup yang dibawanya mengalami perubahan lingkungan, misalnya iklimnya berbeda sehingga makhluk-makhluk yang tahan terhadap kondisi ini akan tetap hidup; sedangkan yang tidak tahan akan punah atau menyesuaikan diri. Fakor hambatan penyebaran bagi makhluk air adalah daratan. Daratan yang sempit juga menjadi hambatan misalnya Costarica di Amerika Tengah, mendapat hambatan berupa filter atau saringan makhluk daratan Amerika Utara dan Pasifik. Sebaliknya, kepulauan Indonesia dapat menjadi jembatan penyebaran antara Eurasia dan Australia.
Tumbuhan sangat peka terhadap keadaan lingkungan fisik, oleh karena itu dapat dengan mudah mengamati adanya perbedaan jenis tumbuhan pada daerah dengan iklim yang berbeda dan sebaliknya adanya persamaan tumbuhan pada daerah dengan iklim yang sama.
Dunia ini dapat terbagi menjadi enam daerah faunal region: daerah Paleartic (Eropa dan Asia Utara), daerah Ethiopian (Afrika dan Semenanjung Arab), daerah Oriental (Asia selatan dan Indonesia), daerah Australia (Australia dan sekamirnya), Neotropical (Amerika selatan dan tengah). Berdasarkan sejarah perkembangannya, manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai derajat yang paling tinggi. Teori evolusi dengan berbagai argumennya ternyata masih meragukan. Temuan akhir menyatakan bahwa penciptaan makhluk hidup tidak mungkin secara kebetulan. Jadi jelas bagi kami teori evolusi hanya teori imajiner kaum pengikut aliran materialisme seperti Karl Marck, Frederich Engel, Politzer, Darwin, dll.
Begitulah rangkuman yang saya buat dari isi buku yang saya pinjam tersebut. Oh ya, selain dapat membaca buku, perpusnas ini juga menawarkan jasa. Jasa-jasa yang ditawarkan perpusnas adalah fotokopi, reproduksi, scanning, dan pembuatan mikrofilm/mikrofis. Di bawah ini merupakan daftar biaya jasa yang ditawarkan oleh perpusnas.

Tidak terasa, saya sudah berada di penghujung tulisan ini. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pembaca yang sudah meluangkan waktunya. Mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar