I.
Pengertian Internet addiction
Internet addiction
diartikan sebagai sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah
waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol
penggunaannya saat online. Orang-orang yang menunjukkan sindrom ini akan merasa
cemas, depresi, atau hampa saat tidak online di internet.
Internet addiction
merupakan suatu gangguan psikofisiologis yang meliputi tolerance (penggunaan dalam jumlah yang sama akan menimbulkan
respon minimal, jumlah harus ditambah agar dapat membangkitkan kesenangan dalam
jumlah yang sama), whithdrawal symptoms
(khususnya menimbulkan termor, kecemasan, dan perubahan mood), gangguan afeksi (depresi, sulit menyesuaikan diri), dan
terganggungnya kehidupan sosial (menurun atau hilang sama sekali, baik dari segi
kualitas maupin kuantitas).
Berdasarkan pengertian-pengertian
diatas, maka dapat disimpulkan bahwa internet
addiction adalah ganggguan penggunaan internet yang bersifat patologis,
yang ditandai dengan ketidakmampuan individu untuk mengontrol waktu dalam menggunakan
internet, merasa dunia maya lebih menarik dibandingkan kehidupan nyata, dan
mengalami gangguan dalam hubungan sosialnya.
II.
Jenis-Jenis Internet addiction
Berikut
ini adalah sub-sub tipe dari internet
addiction menurut Kimberly S. Young, et. al. (2006):
a.
Cybersexual Addiction
Termasuk
ke dalam cybersexual addiction antara
lain adalah individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus
orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji
secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar
serta file-file khusus orang dewasa.
b.
Cyber-Relationship Addiction
Cyber-relationship addiction
mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online.
Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan
seringkali menjadi terlalu terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat
dalam perselingkuhan.
c.
Net compulsions
Yang
termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya adalah perjudian online,
belanja online, dan perdagangan online.
d.
Information Overload
Information overload
mengacu pada web surfing yang
bersifat kompulsif.
e.
Computer Addiction
Salah
satu bentuk dari computer addiction
adalah bermain game komputer yang bersifat obsesif.
III. Fenomena Internet addiction Saat Ini
Perubahan
dunia internet makin hari makin maju saja. Hal semacam ini juga selalu
disertai dengan pemakai yang juga mengalami peningkatan yang begitu pesat.
Dengan berkembangnya pemakai internet itu, nyatanya juga membuka kesempatan
usaha baru yang dapat digunakan terlebih untuk mencari uang dari internet. Dari
mulai dengan membuat toko online, jadi seorang Blogger, Youtuber
serta pastinya Vlogger yang dua tahun terakhir ini mulai booming di
Indonesia.
Vlog sendiri
termasuk masih baru di Indonesia, akan tetapi beberapa pegiat Vlog yang
dimaksud juga Vlogger makin hari semakin banyak pula. Tidak heran
memang, ini sudah pasti berkaitan erat dengan kenyataan di atas kalau pemakai
internet di Indonesia yang makin hari makin banyak.
Bila
dahulu suatu blog dipakai sebagai media sharing beragam
info, saat ini kelihatannya trend mulai sedikit berubah. Bukanlah
saja blog, tetapi vlog mulai disukai oleh anak muda untuk
tunjukkan eksistensinya. Definisi Vlog sendiri yaitu satu video
yang diisi bermacam konten yang dapat diisi mengenai opini, cerita keseharian,
atau apa pun yang lalu disisipkan pada suatu situs atau blog. Yang
membedakan pada Vlogger serta Youtuber yaitu umumnya Youtuber tak
menyematkan videonya ke blog.
Mula
kemunculan Vlog yaitu saat pada tahun 2000, seseorang yang bernama Adam
Kontras yang mempublikasikan satu video pada blognya. Lalu
pada tahun yang sama arti Vlog nampak ketika Adrian Miles memposting
satu video yang lalu memakai arti Vlog yang mengacu pada
konten yang ia tulis. Lalu pada tahun 2004, Vlog jadi lebih popular
di luar negeri ketika Steve Garvield mengunggah video blognya yang dibarengi
pernyataan kalau tahun itu yaitu tahunnya Vlog. Satu tahun selanjutnya pada
tahun 2005 Vlog makin popular, website video berbagi Youtube lalu
nampak yang lalu segera jadi situs yang paling banyak dikunjungi kelima
didunia.
Di
Indonesia Vlogging termasuk juga sedikit terlambat popular, masih
kalah popular daripada Youtuber. Tetapi dua tahun terakhir makin banyak
bermunculan artis Vlogger yang juga mulai banyak disukai. Sajian
video yang lucu serta menghibur dapat jadi satu diantara alternatif hiburan
yang cukup disukai oleh beberapa pemirsa.
Ada
bermacam tujuan yang umumnya ingin diraih dari kesibukan Vlogging. Dari
sebatas memberi hiburan pada pemirsa, mengemukakan kritik, promo suatu hal
sampai dengan menginginkan memperoleh pendapatan dari video yang
diupload. Saat ini, dengan perkembangan teknologi, konten Vlog makin
gampang dibuat. Cukup hanya memakai handphone saja telah dapat
membuat konten yang menarik.
Bukanlah
saja memakai media Youtube, tetapi saat ini Vlogger juga memakai
sosial media lain seperti Instagram dan sebagainya. Ada sangat banyak tokoh
Vlogger yang populer di Indonesia, seperti Raditya Dika, Bayu Skak,
Aref Muhammad, dan Laurentius Rando.
IV.
Faktor Etiologi
Etiologi
merupakan studi yang mempelajari tentang sebab dan asal muasal. Kata tersebut
berasal dari bahasa Yunani αἰτιολογία, aitiologia, yang artinya “menyebabkan”.
Dalam internet addiction terdapat
faktor-faktor etiologis antara lain:
a.
Cognitive-Behavioral
Model
Kecanduan teknologi sebagai bagian dari
kecanduan perilaku: sebuah internet kecanduan menunjukkan komponen inti dari
kecanduan (salience, mood modifikasi, toleransi, penarikan,
konflik dan kambuh). Dari perspektif ini, pecandu internet ditampilkan
kegiatan salience, sering mengalami
perasaan keinginan dan sibuk dengan internet saat offline. Ia juga
menunjukkan bahwa menggunakan internet sebagai cara untuk menghindari perasaan
jengkel, toleransi berkembang internet untuk mencapai kepuasan, mengalami
penarikan, kapan mengurangi penggunaan intenet, sekaligus meningkatkan konflik
dengan penderitaan orang lain karena aktivitas, dan kambuh kembali ke internet
juga merupakan tanda-tanda kecanduan. Model ini telah diterapkan pada
perilaku seksual, berjalan, konsumsi makanan, dan perjudian.
b.
Neuropsychological
Model
Seorang individu akan diklasifikasikan
sebagai pecandu internet asalkan memenuhi salah satu dari tiga kondisi berikut:
(1) kita akan menemukan bahwa lebih mudah untuk mencapai aktualisasi diri
secara online daripada di kehidupan nyata, (2) satu akan mengalami dysphoria
dan tertekan setiap waktu akses ke internet rusak atau fungsi kusut, (3) orang
akan mencoba untuk menyembunyikan penggunaan sejati waktunya dari anggota
keluarga.
c.
Compensation
Theory
Dalam psikologi, kompensasi adalah strategi
dimana satu menutupi, sadar atau tidak sadar, kelemahan, frustrasi, keinginan,
atau perasaan tidak mampu atau ketidakmampuan dalam satu bidang kehidupan
melalui gratifikasi atau (berkendara menuju) keunggulan di daerah lain.
Kompensasi dapat menutupi kekurangan baik nyata atau khayalan dan inferioritas
pribadi atau fisik. Kompensasi positif dapat membantu seseorang untuk mengatasi
kesulitan seseorang. Di sisi lain, kompensasi negatif tidak, yang menghasilkan
perasaan rendah diri diperkuat. Ada dua jenis kompensasi negatif: overcompensation, ditandai dengan gol
keunggulan, menyebabkan berjuang untuk kekuasaan, dominasi, harga diri, dan
self-devaluasi. Undercompensation,
yang mencakup permintaan untuk bantuan, menyebabkan kurangnya keberanian dan
takut untuk hidup.
d.
Situational
Factor
Faktor situasional berperan dalam pengembangan
kecanduan internet. Individu yang merasa kewalahan atau mengalami masalah
pribadi atau mengubah hidup peristiwa yang experince
seperti divorve arecent, relokasi,
atau kematian dapat menyerap diri dalam dunia maya penuh fantasi dan intrik.
SUMBER

Tidak ada komentar:
Posting Komentar