RSS

Minggu, 19 Juni 2016

Gangguan-Gangguan Kepribadian




Tulisan kali ini saya ingin membahas tentang gangguan-gangguan kepribadian. Tapi sebelum membahas itu, ada baiknya kita tahu terlebih dahulu apa itu kepribadian.

Kepribadian adalah suatu susunan sistem psikofisik (psikis dan fisik yang berpadu dan saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku) yang kompleks dan dinamis dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu tersebut terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya yang unik dan berbeda dengan orang lain.

Gangguan kepribadian dibagi menjadi 3 kelompok. Pertama adalah gangguan kepribadian kelompok A. Gangguan kepribadian kelompok ini biasanya ditandai dengan gejala pemikiran dan perilaku yang aneh. Jenis-jenis gangguan kepribadian kelompok A adalah:

               
1.   Gangguan Kepribadian Skizotipal. Selain tingkah laku yang aneh dan cara bicara mereka yang tidak wajar, penderita gangguan kepribadian jenis ini kerap terlihat cemas atau tidak nyaman dalam situasi sosial. Penderita juga kerap berkhayal, misalnya percaya bahwa dirinya memiliki kekuatan telepati yang mampu memengaruhi emosi dan tingkah laku orang lain atau percaya bahwa suatu tulisan di koran adalah sebuah pesan tersembunyi bagi mereka. 
2.   Gangguan Kepribadian Skizoid. Ciri utama penderita gangguan kepribadian jenis ini adalah sifat yang dingin. Mereka seperti sukar menikmati momen apa pun, tidak bergeming saat dikritik atau dipuji, dan tidak tertarik menjalin hubungan pertemanan dengan siapa pun, bahkan dengan lawan jenis. Mereka cenderung penyendiri dan menghindari interaksi sosial dengan orang lain. 
3.   Gangguan Kepribadian Paranoid. Ciri-ciri utama gangguan kepribadian jenis ini adalah kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain secara berlebihan, bahkan pada pasangan mereka juga. Mereka selalu takut bahwa orang lain akan memanipulasi atau merugikan mereka, dan mereka takut pasangan mereka akan berkhianat. 

Kelompok gangguan kepribadian yang kedua adalah kelompok B. Ciri-cirinya adalah pola pikir dan perilaku yang tidak bisa diprediksi, serta emosi yang berlebihan dan dramatis. Jenis-jenis gangguan kepribadian kelompok B diantaranya adalah:

               
1.   Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline). Orang yang menderita kondisi ini biasanya memiliki dorongan untuk menyakiti diri sendiri dan tidak stabil secara emosi
2.   Gangguan Kepribadian Antisosial. Orang yang menderita kondisi ini kerap mengabaikan norma sosial yang berlaku dan tidak memiliki rasa simpati apabila orang lain mengalami kesusahan. Penderita malah cenderung menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi dalam hidup mereka. Mereka gemar mengintimidasi orang lain dan tidak menyesali akibat dari perbuatan mereka tersebut. Ciri lainnya adalah ketidakmampuan mengendalikan amarah dan mempertahankan hubungan dalam jangka panjang.
3.   Gangguan Kepribadian Narsistik. Orang yang menderita kondisi ini merasa yakin sekali bahwa dirinya lebih istimewa dibandingkan orang lain. Mereka cenderung arogan dan terus-menerus mengharapkan pujian dari orang lain. Mereka akan membanggakan dan melebih-lebihkan prestasi yang dicapai. Ketika merasa ada orang lain yang lebih unggul daripada mereka, penderita gangguan kepribadian narsistik akan merasa sangat iri.
4.   Gangguan Kepribadian Histrionik. Orang yang menderita kondisi ini biasanya terlalu mencemaskan penampilan, cenderung dramatis dalam berbicara, dan selalu mencari perhatian. Apabila menjalin hubungan pertemanan, penderita gangguan ini akan menganggap hubungan mereka dengan temannya tersebut sangat erat, meskipun orang lain menganggapnya tidak. 

Kelompok gangguan kepribadian ketiga adalah kelompok C. Meski ciri-ciri tiap gangguan yang masuk dalam kelompok ini berbeda-beda, ada satu komponen yang sama, yaitu rasa cemas dan ketakutan. Gangguan kepribadian kelompok C terdiri dari:

                
1.   Gangguan Kepribadian Dependen. Penderita kondisi ini akan merasa sangat tergantung pada orang lain dalam hal apa pun. Mereka tidak bisa hidup mandiri dan selalu diliputi rasa takut akan ditinggalkan orang lain. Saat mereka sedang sendiri, mereka akan merasa tidak nyaman dan tidak berdaya. Akibat ketergantungan yang berlebihan ini, penderita gangguan kepribadian dependen tidak akan bisa membuat keputusan dan mengemban tanggung jawab sendiri tanpa petunjuk dan bantuan orang lain.
2.   Gangguan Kepribadian Menghindar (Avoidan). Ciri utama pada penderita kondisi ini adalah penghindaran terhadap kontak sosial, terutama dalam kegiatan baru yang melibatkan orang asing. Tidak sama seperti gangguan kepribadian skizoid, penghindaran ini dilakukan penderita lantaran mereka malu dan tidak percaya diri. Sebenarnya mereka ingin sekali menjalin hubungan dekat, namun mereka merasa diri mereka tidak pantas untuk berbaur dan sangat khawatir mengalami penolakan.
3.   Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif. Orang yang mengalami kondisi ini bisa dikatakan ‘gila kendali’. Mereka sulit untuk bisa bekerja sama dengan orang lain dan lebih memilih untuk mengatur atau menyelesaikan tugasnya sendiri. Diakibatkan kepribadian mereka yang perfeksionis, sering kali mereka stres apabila hasil pekerjaan tidak sesuai dengan standar mereka yang tinggi. Apabila penderita gangguan ini adalah seorang atasan di kantor, maka dia tidak akan bisa mendelegasikan tugas pada bawahannya dan hasratnya untuk mengatur situasi dan pegawainya akan makin menjadi-jadi. Kepribadian penderita cenderung kaku dan gila kerja. Sering kali mereka mengabaikan teman dan jarang terlibat dalam kegiatan bersama. Mereka lebih asyik mengurus aturan-aturan, perincian, jadwal, dan mengawasi ketertiban. 

Sekian penjelasan saya mengenai gangguan-gangguan kepribadian, mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat dan tidak lupa saya mengucapkan terima kasih banyak kepada yang sudah membaca tulisan ini.



Nama: Elintia Devi
Kelas: 1PA16
NPM: 12515172

Tidak ada komentar:

Posting Komentar