Tulisan
kali ini saya ingin membahas tentang gangguan-gangguan kepribadian. Tapi
sebelum membahas itu, ada baiknya kita tahu terlebih dahulu apa itu
kepribadian.
Kepribadian
adalah suatu susunan sistem psikofisik (psikis dan fisik yang berpadu dan
saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku) yang kompleks dan dinamis
dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu tersebut
terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya yang unik
dan berbeda dengan orang lain.
Gangguan
kepribadian dibagi menjadi 3 kelompok. Pertama adalah gangguan kepribadian
kelompok A. Gangguan kepribadian kelompok ini biasanya ditandai dengan gejala
pemikiran dan perilaku yang aneh. Jenis-jenis gangguan kepribadian kelompok A
adalah:
1. Gangguan Kepribadian Skizotipal. Selain tingkah laku yang aneh dan cara bicara
mereka yang tidak wajar, penderita gangguan kepribadian jenis ini kerap
terlihat cemas atau tidak nyaman dalam situasi sosial. Penderita juga kerap
berkhayal, misalnya percaya bahwa dirinya memiliki kekuatan telepati yang mampu
memengaruhi emosi dan tingkah laku orang lain atau percaya bahwa suatu tulisan
di koran adalah sebuah pesan tersembunyi bagi mereka.
2. Gangguan Kepribadian Skizoid. Ciri utama penderita gangguan kepribadian jenis
ini adalah sifat yang dingin. Mereka seperti sukar menikmati momen apa pun,
tidak bergeming saat dikritik atau dipuji, dan tidak tertarik menjalin hubungan
pertemanan dengan siapa pun, bahkan dengan lawan jenis. Mereka cenderung
penyendiri dan menghindari interaksi sosial dengan orang lain.
3. Gangguan Kepribadian Paranoid. Ciri-ciri utama gangguan kepribadian jenis ini
adalah kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain secara berlebihan,
bahkan pada pasangan mereka juga. Mereka selalu takut bahwa orang lain akan
memanipulasi atau merugikan mereka, dan mereka takut pasangan mereka akan
berkhianat.
Kelompok
gangguan kepribadian yang kedua adalah kelompok B. Ciri-cirinya adalah pola
pikir dan perilaku yang tidak bisa diprediksi, serta emosi yang berlebihan dan
dramatis. Jenis-jenis gangguan kepribadian kelompok B diantaranya adalah:
1. Gangguan Kepribadian
Ambang (Borderline). Orang
yang menderita kondisi ini biasanya memiliki dorongan untuk menyakiti diri
sendiri dan tidak stabil secara emosi
2. Gangguan Kepribadian
Antisosial. Orang
yang menderita kondisi ini kerap mengabaikan norma sosial yang berlaku dan
tidak memiliki rasa simpati apabila orang lain mengalami kesusahan. Penderita
malah cenderung menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi dalam hidup
mereka. Mereka gemar mengintimidasi orang lain dan tidak menyesali akibat dari
perbuatan mereka tersebut. Ciri lainnya adalah ketidakmampuan mengendalikan
amarah dan mempertahankan hubungan dalam jangka panjang.
3. Gangguan Kepribadian
Narsistik. Orang
yang menderita kondisi ini merasa yakin sekali bahwa dirinya lebih istimewa
dibandingkan orang lain. Mereka cenderung arogan dan terus-menerus mengharapkan
pujian dari orang lain. Mereka akan membanggakan dan melebih-lebihkan prestasi
yang dicapai. Ketika merasa ada orang lain yang lebih unggul daripada mereka,
penderita gangguan kepribadian narsistik akan merasa sangat iri.
4. Gangguan Kepribadian
Histrionik.
Orang yang menderita kondisi ini biasanya terlalu mencemaskan penampilan,
cenderung dramatis dalam berbicara, dan selalu mencari perhatian. Apabila
menjalin hubungan pertemanan, penderita gangguan ini akan menganggap hubungan
mereka dengan temannya tersebut sangat erat, meskipun orang lain menganggapnya
tidak.
Kelompok
gangguan kepribadian ketiga adalah kelompok C. Meski ciri-ciri tiap gangguan
yang masuk dalam kelompok ini berbeda-beda, ada satu komponen yang sama, yaitu
rasa cemas dan ketakutan. Gangguan kepribadian kelompok C terdiri dari:
1. Gangguan Kepribadian Dependen. Penderita kondisi
ini akan merasa sangat tergantung pada orang lain dalam hal apa pun. Mereka
tidak bisa hidup mandiri dan selalu diliputi rasa takut akan ditinggalkan orang
lain. Saat mereka sedang sendiri, mereka akan merasa tidak nyaman dan tidak
berdaya. Akibat ketergantungan yang berlebihan ini, penderita gangguan
kepribadian dependen tidak akan bisa membuat keputusan dan mengemban tanggung
jawab sendiri tanpa petunjuk dan bantuan orang lain.
2. Gangguan Kepribadian Menghindar (Avoidan). Ciri utama pada
penderita kondisi ini adalah penghindaran terhadap kontak sosial, terutama
dalam kegiatan baru yang melibatkan orang asing. Tidak sama seperti gangguan
kepribadian skizoid, penghindaran ini dilakukan penderita lantaran mereka malu
dan tidak percaya diri. Sebenarnya mereka ingin sekali menjalin hubungan dekat,
namun mereka merasa diri mereka tidak pantas untuk berbaur dan sangat khawatir
mengalami penolakan.
3. Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif. Orang yang
mengalami kondisi ini bisa dikatakan ‘gila kendali’. Mereka sulit untuk bisa
bekerja sama dengan orang lain dan lebih memilih untuk mengatur atau
menyelesaikan tugasnya sendiri. Diakibatkan kepribadian mereka yang
perfeksionis, sering kali mereka stres apabila hasil pekerjaan tidak sesuai
dengan standar mereka yang tinggi. Apabila penderita gangguan ini adalah
seorang atasan di kantor, maka dia tidak akan bisa mendelegasikan tugas pada
bawahannya dan hasratnya untuk mengatur situasi dan pegawainya akan makin
menjadi-jadi. Kepribadian penderita cenderung kaku dan gila kerja. Sering kali
mereka mengabaikan teman dan jarang terlibat dalam kegiatan bersama. Mereka
lebih asyik mengurus aturan-aturan, perincian, jadwal, dan mengawasi ketertiban.
Sekian
penjelasan saya mengenai gangguan-gangguan kepribadian, mudah-mudahan tulisan
ini dapat bermanfaat dan tidak lupa saya mengucapkan terima kasih banyak kepada
yang sudah membaca tulisan ini.
Nama: Elintia Devi
Kelas: 1PA16
NPM: 12515172


Tidak ada komentar:
Posting Komentar