RSS

Kamis, 16 Juni 2016

Pengobatan Gangguan Bipolar


Pada tulisan sebelumnya, saya sudah membahas tentang pengertian dan penyebab gangguan bipolar, kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara mengobati seseorang yang mengalami gangguan bipolar ini.

Gangguan bipolar membutuhkan pengobatan jangka panjang. Oleh karena itu meski penderitanya sudah merasa sembuh, dokter biasanya tidak akan menghentikan pengobatan begitu saja hingga dirasa cukup.

Tujuan pengobatan jangka panjang bipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode-episode mania dan depresi agar penderita dapat hidup secara normal dan membaur dengan orang-orang di sekitarnya. Selain langkah pencegahan kambuhnya salah satu fase bipolar, terdapat juga obat-obatan untuk menangani gejala-gejala ketika sedang kambuh.

Penderita bipolar akan dianjurkan untuk memperbaiki pola hidup, misalnya dengan cara berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan mengadopsi pola makan yang lebih sehat.

Sebagian besar penderita gangguan bipolar dapat membaik tanpa harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Perujukan ke rumah sakit biasanya dilakukan jika gejala makin parah dan dikhawatirkan perilaku penderita dapat membahayakan orang lain atau dirinya sendiri, seperti misalnya bunuh diri.


Obat-Obatan

Ada sejumlah obat yang dapat digunakan untuk mengobati gangguan bipolar, tergantung gejala serta riwayat kesehatan masing-masing penderita, diantaranya:

A. Antikonvulsan
Seperti misalnya lamotrigine dan divalproex.Obat ini sebenarnya biasa digunakan untuk mengobati epilepsi, namun efeknya telah terbukti efektif dalam menangani gangguan bipolar. Obat yang berfungsi sebagai penstabil suasana hati jangka panjang ini juga digunakan untuk mengobati episode mania. Beberapa efek samping penggunaan antikonvulsan di antaranya adalah mengantuk, pusing, dan kenaikan berat badan.

B. Lithium
Yakni obat yang mampu mencegah terjadinya gejala mania dan depresi serta menstabilkan suasana hati. Selama penggunaan obat ini, tes darah untuk memeriksa kadar lithium di dalam tubuh perlu dilakukan secara rutin. Hal tersebut untuk memastikan kadar lithium masih dalam kisaran yang aman sehingga mencegah terjadinya efek samping serius berupa gangguan pada ginjal dan kelenjar tiroid. Efek samping penggunaan lithium lainnya adalah gangguan pencernaan, mulut terasa kering, gelisah, muntah, dan diare.

C. Antidepresan
Seperti fluoxetine. Pada beberapa penderita gangguan bipolar, obat pereda depresi ini dapat memicu episode mania. Oleh karena itu antidepresan kerap dipasangkan dokter dengan obat-obatan penstabil suasana hati. Salah satu efek samping penggunaan antidepresan adalah menurunnya libido atau lemah syahwat.

D. Antipsikotik
Misalnya olanzapine dan ariprazol. Sama seperti obat-obatan antikonvulsan, antipsikotik diresepkan untuk mengatasi episode mania dan juga efektif untuk menstabilkan suasana hati. Beberapa efek samping penggunaan antipsikotik adalah peningkatan detak jantung, penglihatan kabur, gemetar, mengantuk, kenaikan berat badan, dan penurunan daya ingat.


Terapi Psikologis

Terapi psikologis untuk gangguan bipolar dapat menunjang obat-obatan yang telah diberikan. Melalui metode ini diharapkan kesembuhan pasien bisa tercapai secara lebih efektif.

Di dalam terapi psikologis, pasien akan dikenalkan dengan masalah kejiwaan yang sedang mereka alami. Pasien juga akan diajak mengidentifikasi hal-hal yang dapat memicu terjadinya episode suasana, baik itu dalam bentuk pemikiran maupun perilaku pasien. Setelah faktor pemicu gejala diketahui, psikiater atau ahli terapi akan membimbing pasien untuk mau mengubah pemikiran dan perilaku negatif mereka tersebut menjadi positif. Melalui metode yang dinamakan terapi perilaku kognitif ini, pasien juga akan diajari cara menanggulangi stres secara efektif, serta diberi nasihat-nasihat seputar pola makan, tidur, dan olahraga yang baik untuk kesehatan.

Tidak hanya pasien, keterlibatan keluarga dalam terapi psikologis juga bisa sangat membantu. Tujuannya adalah agar keluarga memahami kondisi yang dialami pasien sehingga bisa bekerja sama untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi di dalam rumah tangga yang mungkin saja menjadi penyebab gangguan bipolar, serta mencari jalan keluarnya.



Nama: Elintia Devi
Kelas: 1PA16
NPM: 12515172

Tidak ada komentar:

Posting Komentar