Pada tulisan sebelumnya, saya sudah
membahas tentang pengertian dan penyebab gangguan bipolar, kali ini saya akan
membahas tentang bagaimana cara mengobati seseorang yang mengalami gangguan
bipolar ini.
Gangguan bipolar membutuhkan
pengobatan jangka panjang. Oleh karena itu meski penderitanya sudah merasa
sembuh, dokter biasanya tidak akan menghentikan pengobatan begitu saja hingga
dirasa cukup.
Tujuan pengobatan jangka panjang
bipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode-episode mania dan
depresi agar penderita dapat hidup secara normal dan membaur dengan orang-orang
di sekitarnya. Selain langkah pencegahan kambuhnya salah satu fase bipolar, terdapat
juga obat-obatan untuk menangani gejala-gejala ketika sedang kambuh.
Penderita bipolar akan dianjurkan
untuk memperbaiki pola hidup, misalnya dengan cara berolahraga secara teratur,
tidur yang cukup, dan mengadopsi pola makan yang lebih sehat.
Sebagian besar penderita gangguan
bipolar dapat membaik tanpa harus menjalani rawat inap di rumah sakit.
Perujukan ke rumah sakit biasanya dilakukan jika gejala makin parah dan
dikhawatirkan perilaku penderita dapat membahayakan orang lain atau dirinya
sendiri, seperti misalnya bunuh diri.
Obat-Obatan
Ada sejumlah obat yang dapat digunakan untuk mengobati gangguan bipolar,
tergantung gejala serta riwayat kesehatan masing-masing penderita, diantaranya:
A.
Antikonvulsan
Seperti
misalnya lamotrigine dan divalproex.Obat ini sebenarnya biasa
digunakan untuk mengobati epilepsi, namun efeknya telah terbukti efektif dalam
menangani gangguan bipolar. Obat yang berfungsi sebagai penstabil suasana hati
jangka panjang ini juga digunakan untuk mengobati episode mania. Beberapa efek
samping penggunaan antikonvulsan di antaranya adalah mengantuk, pusing, dan kenaikan
berat badan.
B. Lithium
Yakni obat yang
mampu mencegah terjadinya gejala mania dan depresi serta menstabilkan suasana
hati. Selama penggunaan obat ini, tes darah untuk memeriksa kadar lithium di
dalam tubuh perlu dilakukan secara rutin. Hal tersebut untuk memastikan kadar
lithium masih dalam kisaran yang aman sehingga mencegah terjadinya efek samping
serius berupa gangguan pada ginjal dan kelenjar tiroid. Efek samping penggunaan
lithium lainnya adalah gangguan pencernaan, mulut terasa kering, gelisah, muntah,
dan diare.
C. Antidepresan
Seperti fluoxetine.
Pada beberapa penderita gangguan bipolar, obat pereda depresi ini dapat memicu
episode mania. Oleh karena itu antidepresan kerap dipasangkan dokter dengan
obat-obatan penstabil suasana hati. Salah satu efek samping penggunaan
antidepresan adalah menurunnya libido atau lemah syahwat.
D. Antipsikotik
Misalnya olanzapine
dan ariprazol. Sama seperti obat-obatan antikonvulsan, antipsikotik
diresepkan untuk mengatasi episode mania dan juga efektif untuk menstabilkan
suasana hati. Beberapa efek samping penggunaan antipsikotik adalah peningkatan
detak jantung, penglihatan kabur, gemetar, mengantuk, kenaikan berat badan, dan
penurunan daya ingat.
Terapi Psikologis
Terapi psikologis untuk gangguan bipolar dapat menunjang obat-obatan yang
telah diberikan. Melalui metode ini diharapkan kesembuhan pasien bisa tercapai
secara lebih efektif.
Di dalam terapi psikologis, pasien akan dikenalkan dengan masalah kejiwaan
yang sedang mereka alami. Pasien juga akan diajak mengidentifikasi hal-hal yang
dapat memicu terjadinya episode suasana, baik itu dalam bentuk pemikiran maupun
perilaku pasien. Setelah faktor pemicu gejala diketahui, psikiater atau ahli
terapi akan membimbing pasien untuk mau mengubah pemikiran dan perilaku negatif
mereka tersebut menjadi positif. Melalui metode yang dinamakan terapi perilaku
kognitif ini, pasien juga akan diajari cara menanggulangi stres secara efektif,
serta diberi nasihat-nasihat seputar pola makan, tidur, dan olahraga yang baik
untuk kesehatan.
Tidak hanya pasien, keterlibatan keluarga dalam terapi psikologis juga bisa
sangat membantu. Tujuannya adalah agar keluarga memahami kondisi yang dialami
pasien sehingga bisa bekerja sama untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi
di dalam rumah tangga yang mungkin saja menjadi penyebab gangguan bipolar,
serta mencari jalan keluarnya.
Nama: Elintia Devi
Kelas: 1PA16
NPM: 12515172

Tidak ada komentar:
Posting Komentar